BRI-OVO COLAB, LUNCURKAN KARTU KREDIT BARU UNTUK MILENIAL

 UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)

Nama Mahasiswa   : Indah Nur Paramitasari

NIM                        : 21010354

Mata Kuliah            : Ekonomi Mikro

Nama Dosen           : Eko Yulianto, ST, MM

Program Studi        : S1 - Management 

EKONOMI MIKRO


 

     1. Latar Belakang Ekonomi Mikro

Sebagai kita ketahui bahwa dalam kehidupannya manusia mempunyai kebutuhan yang beraneka ragam dalam jumlah yang banyak, sedangkan barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan tersebut sangat terbatas.


Adanya perbedaan kenyataan tersebut menyebabkan munculnya ilmu ekonomi. Dalam hal ini, jika barang-barang dan jasa-jasa atau alat pemuas kebutuhan manusia itu tak terhingga jumlahnya, maka tidak ada menjadi masalah bagi kita. Namun kenyataannya, alat pemuas kebutuhan manusia itu sangat terbatas adanya, sehingga dalam pemanfaatan sumber daya atau alat pemuas tersebut perlu adanya ilmu, yaitu ilmu memilih. Oleh sebab itu, ilmu ekonomi biasa disebut dengan ilmu memilih. Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu “oikos” dab “nomos” , yang berarti aturan-aturan dalam rumah tangga.


Jadi pada dasarnya ilmu ekonomi mempelajari tentang prinsip-prinsip di dalam menggunakan pendapatan rumah tangga sehingga menciptakan kepuasan yang maksimum kepada rumah tangga tersebut.


Dalam perekonomian ada pula yang dikatakan dengan keseimbangan dan elastisitas. Keseimbangan bisa juga disebut dengan harga pasar, dimana keseimbangan merupakan harga yang terjadi sebagai akibat interaksi permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar. 


Ekonomi Mikro merupakan ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan, serta menentukan harga pasar dan kuantitas barang dan jasa. Ekonomi Mikro mempengaruhi pengambilan keputusan dalam hal permintaan dan penawaran barang atau jasa.


Ekonomi mikro membahas banyak tentang ekonomi, salah satunya adalah teori produksi. Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern adalah sangat kompleks. Kegiatan tersebut meliputi berbagai jenis kegiatan produksi, konsumsi, dan perdagangan. Masalah ekonomi timbul sebagai akibat ketidakseimbangan di antara keinginan manusia untuk mendapat barang dan jasa dengan kemampuan faktor-faktor produksi menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan keinginan tersebut. 


2. Definisi Ekonomi Mikro 


Mikro Ekonomi, Mikro itu artinya Kecil. Jadi Mikro Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku secara individu dari keseluruhan kegiatan ekonomi. Mikro Ekonomi juga mempelajari mengenai kurva permintaan dan penawaran.


3. Pengertian Ekonomi Mikro Menurut Para Ahli


Secara harfiah, pengertian ekonomi mikro sudah dijelaskan dalam penjelasan pada pengertian ekonomi mikro di atas. Akan tetapi, beberapa ahli memaparkan pendapatnya masing-masing mengenai pengertian ekonomi mikro. Berikut ini, pengertian ekonomi mikro menurut para ahli.



     a.    Mary A Marchant dan William M Snell

Ekonomi mikro menurut Marry A Marchant dan William M Snell merupakan kajian terkait individu, rumah tangga, dan perusahaan pengambil keputusan dalam proses ekonomi.


b.  David A. Moss


David A. Moss berpendapat bahwa ekonomi mikro merupakan langkah penganalisisan sebuah keputusan yang dibuat oleh individu atau kelompok mulai dari faktor-faktornya hingga ke pertimbangan akan biaya dan manfaatnya.


c.   Adam Smith


Adam Smith melihat ekonomi mikro sebagai adanya berbagai pertimbangan rasional dalam pengambilan keputusan yang dipilih oleh pelaku ekonomi.


d.  N. Gregory Mankiw


N. Gregory Mankiw menuliskan pengertian ekonomi mikro adalah ilmu yang membahas tentang peran individu-individu pelaku ekonomi. Bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan, serta bagaimana mereka berinteraksi di dalam pasar tertentu.


e.  Sadono Sukirno


Menurut Sadono Sukirno dalam buku Ekonomi Mikro Teori Pengantar menyatakan bahwa pengertian ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan.

Ekonomi mikro sendiri berfungsi menganalisis bagaimana segala keputusan dan juga perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan juga permintaan atas barang dan jasa yang kemudian akan menentukan harga, menentukan penawaran. serta menentukan permintaan barang dan jasa.


f.   David Ricardo


David Ricardo berpendapat tentang ekonomi mikro bahwa pengertian ekonomi mikro adalah suatu kondisi yang mana para pelaku ekonomi sudah memiliki informasi mengenai seluk-beluk sebuah pasar. Dengan demikian, ekonomi mikro tersebut menjadi faktor penentu dari pasar ekonomi global.


g.  Marshal dan Piqou


Menurut Marshal dan Piqou, pengertian ekonomi mikro ini adalah tingkat mobilitas yang tinggi di dalam pasar. Sehingga ekonomi mikro membuat para pelaku ekonomi tersebut dapat langsung beradaptasi atau dapat menyesuaikan perubahan-perubahan yang ada di pasar.


4.  Ruang Lingkup Mikro Ekonomi


Ruang lingkup dalam ekonomi mikro adalah ruang lingkup antara produsen dan konsumen. Namun di dalam ekonomi, produsen dan konsumen merupakan individu dari setiap rumah tangga, masyarakat, organisasi dan perusahaan.


Maka dari itu, ruang lingkup ekonomi mikro bisa meliputi:

a.   Interaksi di Pasar Barang


Pasar merupakan tempat pertemuan antara permintaan dan penawaran. Pasar dapat menjadi tempat dimana penjual dan pembeli bertemu untuk melakukan transaksi jual-beli.


b.   Perilaku Penjual dan Konsumen


Perilaku penjual dan konsumen keduanya memiliki sifat yang rasional, dimana penjual menginginkan keuntungan maksimal, sementara pembeli menginginkan kepuasa optimal, baik dari segi kualitas dan harga produk. untuk menganalisis perilaku penjual dan pembeli harus melakukan asumsi adanya aktivitas ekonomi antara penjual dan pembeli yang dilakukan secara rasional dan terbuka.


c.   Inteksi Pasar Faktor Produksi


Disisi penjual yang memiliki produk untuk memenuhi kebutuhannya juga membutuhkan faktor produksi yang diperoleh dengan cara membeli. sementara dari sisi konsumen atau pembeli, membutuhkan uang untuk dapat memenuhi kebutuhannya.


d.   Teori Nilai Guna


Nilai guna pada ekonomi mikro merupakan cara mempelajari bagaimana suatu barang dapat menghasilkan kegunaan atau kepuasan untuk konsumen atau pembeli yang menggunakan barang tersebut.


e.  Teori Struktur Pasar


Adanya teori struktur pasar dalam ruang lingkup ekonomi mikro menjadi cara untuk menjelaskan penggolongan pasar berdasarkan pada jumlah perusahaan, karakteristik, atau jenis produk. Aspek kemudahan perusahaan atau produsen untuk keluar dan masuk dari suatu pasar juga diperlukan pembahasan. struktur pasar biasanya dinyatakan sebagai struktur pasar yang non-kompetitif dan struktur pasar yang kompetitif.


5.   Kondisi Mikro Ekonomi Indonesia


Pandemi Covid-19 telah membawa perekonomian nasional dan global ke arah resisi ekonomi. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan global yang negatif atau kontraksi. Pereknomian nasional sendiri, baru mengalami kontraksi pada triwulan II Tahun 2020 dengan pertumbuhan ekonomi -5,3%.



Kontraksi tersebut terutama disebabkan oleh penurunan konsumsi rumah tangga akibat pembatasan sosial untuk mencegah Covid-19, penurunan belanja investasi termasuk untuk pembangunan dan perolehan aset tetap dan penurunan realisasi belanja pemerintah termasuk belanja barang. Disamping itu, terjadi penurunan perdagangan luar negeri yang cukup tajam. Palung penurunan pertumbuhan ekonomi telah dilalui pada triwulan II, namun Covid-19 masih akan menahan pertumbuhan ekjonomi pada triwulan III dan IV. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya untuk meningkatkan performance ekonomi nasional dan pada triwulan III dan diharapkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 sekitar -0,4% sampai 1%.



BRI-OVO COLAB, LUNCURKAN KARTU KREDIT BARU UNTUK MILENIAL

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) bekerjasama dengan PT Visionet Internasional atau OVO resmi meluncurkan kartu kredit baru bernama OVO U Card. Produk keuangan ini merupakan solusi yang dihadirkan BRI untuk menjawab kebutuhan generasi milenial akan kartu kredit.


Peluncuran OVO U Card dilakukan BRI, OVO, dan Mastercard Indonesia pada Sabtu (4/12/2021). Dalam acara tersebut, Direktur Konsumer BRI Handayani berkata peluncuran OVO U Card adalah bukti nyata upaya perseroan memasifkan gerakan cashless terutama di kalangan anak muda.


"Harapannya kami bisa memberikan jawaban atas kebutuhan user OVO dan nasabah BRI, dan nantinya ini menjadi salah satu kartu kredit yang diminati dengan berbagai kemudahan dan cara mengajukan aplikasi dengan digital tanpa ketemu orang, cukup melalui aplikasi OVO kapan saja dan di mana saja," kata Handayani.


Selama ini, BRI menilai proses pengajuan dan pembuatan kartu kredit masih memberatkan anak-anak muda. Alasannya, mereka harus datang ke bank untuk mengurus pembuatan kartu kredit. Melalui kehadiran OVO U Card, rintangan tersebut ditiadakan sehingga ke depannya generasi muda bisa membuat kartu kredit dengan mudah dan cepat.


Handayani berkata, kartu kredit OVO U Card merupakan alat pembayaran alternatif yang sesuai kebutuhan masyarakat. BRI sengaja memilih OVO menjadi mitra peluncuran kartu kredit baru karena perusahaan tekfin ini memiliki perkembangan yang signifikan setelah hadir di Indonesia selama 4 tahun terakhir.


"Ini bisa jadi solusi, karena kalau uang elektronik itu kan ticket size transaksinya kecil-kecil. Mereka juga kalau mau isi bisa pakai transfer atau kartu kredit. Jika menggunakan kartu kredit, maka opsinya banyak yaitu bisa dicicil, dibayar sekaligus, atau bayar minimum payment. Jadi milenial bisa atur cashflownya secara lebih baik. Mudah-mudahan OVO U Card ini menjadi bridging solution buat teman-teman yang mencari tiga fungsi itu," ujarnya.


Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra berkata kehadiran OVO U Card adalah jawaban atas kebutuhan pengguna layanan perusahaan. Apalagi, saat ini 63% pengguna OVO tercatat sebagai generasi milenial yang sudah terbisa bertransaksi dengan uang elektronik, dan membutuhkan kartu kredit sebagai alat pembayaran alternatif.


Karaniya berkata, kerjasama OVO dengan BRI kali ini bukan menjadi yang terakhir. Ke depannya, OVO akan terus berkolaborasi bersama BRI untuk menghadirkan layanan keuangan sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.


"Kami teladani BRI untuk menyediakan layanan keuangan agar semakin banyak masyarakat Indonesia masuk dunia keuangan formal. Kami juga memiliki visi sama, bahwa berbagai layanan keuangan sekarang harus dihantarkan dengan cara baru dan inovatif. Kami coba menghantarkan kartu kredit ini dengan cara-cara yang semoga bisa diterima generasi milenial," kata Karaniya.


Director of Account Management Mastercard Indonesia Sylvia Novieta mengatakan, kerjasama BRI dan OVO merupakan langkah potensial dan strategis. Mastercard Indonesia yakin produk OVO U Card bisa menjadi solusi tepat untuk masyarakat di segmen milenial.


"Harapan ke depannya produk ini bisa berkontribusi signifikan untuk transformasi digital di Indonesia. Ini bagian dari mendukung program inklusi keuangan. Segmen milenial sangat potensial, apalagi kini banyak milenial duduki jabatan penting. Kartu ini kami harap jadi kartu yang powerful dan kami berkomitmen mendukung BRI dan OVO agar setiap transaksi dapat berjalan nyaman, aman, dan memberi banyak manfaat," kata Sylvia.


Pembuatan OVO U Card bisa dilakukan oleh pengguna OVO langsung melalui aplikasi dompet digital tersebut. Seluruh proses pengajuan bisa dilakukan secara mudah, mulai dari pengisian data, foto identitas diri, hingga pelacakan proses dan pengiriman kartu hingga rumah nasabah.


Di tahap awal, nasabah yang membuat OVO U Card akan mendapat keuntungan senilai total Rp 1,25 juta. Keuntungan ini bisa didapat dalam bentuk welcome bonus OVO Points sebanyak 500 ribu, cashback 50% untuk transaksi makanan dan minuman, diskon Rp 40 ribu untuk 3 kali transaksi di Grab Food, diskon Rp 10 ribu untuk 3 kali transaksi transportasi di Grab, dan diskon transaksi hingga 50% saat nasabah belanja di Lazada.


Tanggapan :
Dengan adanya peluncuran OVO U Card ini menjadi solusi yang tepat bagi milenial karena tanpa mereka harus datang ke bank untuk mengurus pembuatan kartu kredit. Melalui kehadiran OVO U Card, rintangan tersebut ditiadakan sehingga ke depannya generasi muda bisa membuat kartu kredit dengan mudah dan cepat.

Kesimpulan :

Kartu kredit OVO U Card merupakan alat pembayaran alternatif yang sesuai kebutuhan masyarakat. BRI sengaja memilih OVO menjadi mitra peluncuran kartu kredit baru karena perusahaan tekfin ini memiliki perkembangan yang signifikan setelah hadir di Indonesia selama 4 tahun terakhir. Kerjasama BRI dan OVO merupakan langkah potensial dan strategis. Mastercard Indonesia yakin produk OVO U Card bisa menjadi solusi tepat untuk masyarakat di segmen milenial.

Saran :
Dengan adanya Kartu Kredit OVO U Card sebaiknya digunakan dengan bijak.

Solusi :
Pembatasan penggunaan Kartu Kredit OVO U Card digunakan dibeberapa bidang seperti bidang kesehatan.




Gambar 1.1 Kegiatan Focus Group Discussion 2021
Bersama dengan Pimpinan, Wakil Pimpinan, Supervisor dan Staff









Komentar

  1. Semakin mudah dengan adanya ovo ya, terimakasi atas penjelasanya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANAJEMEN PEMASARAN INDUSTRI MELALUI PRODUK RESELLER

Catatan Najwa Untuk Mahasiswa

Tips Sederhana Agar Hidup Kamu Lebih Bahagia