Belajar Dari Filosofi Pensil


Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. 


Agar bisa dipakai, pensil harus melewati tahapan dipertajam dan diruncingkan. Sedikit demi sedikit tergores pisau rautannya. 

Untuk menjadi seseorang yang hebat, memang harus melewati tahapan penajaman. Berbagai ujian dan tantangan hidup yang dijalani akan mengasah diri kita.

Pensil adalah alat, setiap orang bisa menuliskan hal yang berbeda-beda. Semua tergantung orang yang memakainya.

Setiap orang diberikan kehidupan, entah kita mau menuliskan ada dalam hidup. Semua tergantung diri kita sendiri. Entah itu kehidupan yang memberi manfaat ataupun sebaliknya.

Pensil selalu memberikan kita kesempatan menggunakan penghapus,  untuk memperbaiki tulisan yang salah.


Dalam hidup selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri dari kesalahan agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagian utama sebuah pensil adalah grafit yang ada didalamnya. Inti dari sebuah pensil tertutup dan terselimuti oleh kayu.

Jangan terlalu mudah berprasangka terhadap orang lain, kualitas seseorang tidak bisa dinilai hanya sebatas tampilan luarnya saja.

Pensil selalu meninggalkan goresan sebagai jejak.

Dalam kehidupan, kitapun selalu meninggalkan kesan. Berhati-hatilah dan sadar terhadap perbuatan kita agar kesan yang kita tinggalkan adalah kesan yang baik dan bukan sebaliknya.


Tak lupa, ketika melakukan berbagai kesalahan, kita belajar berbenah diri untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui sikap belajar yang konsisten, semoga apa yang telah dan akan kita pikir, ucapkan, dan perbuat, mampu menjadi berkat bagi diri sendiri dan bermanfaat untuk orang lain.






seputar kuliah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANAJEMEN PEMASARAN INDUSTRI MELALUI PRODUK RESELLER

Catatan Najwa Untuk Mahasiswa

Tips Sederhana Agar Hidup Kamu Lebih Bahagia